Kucium Harum Aroma Anak…

Januari 17, 2009 at 2:27 am Tinggalkan komentar

(Kisah Pengorbanan Salaf dalam Menuntut Ilmu)

تزوج “عبد الله بن القاسم العتكي” ـ رحمه الله ـ بابنة عمـه. فحملت منـه و أراد السفر إلى المدينة المنورة لطلب العلم على يد الإمام “مـلك بـن أنـس”. و كـان ينوي البقاء عند “مالك” مدة طويلة ليطلب العلـم علـى يديـه. فأخبر زوجته برغبته تلك !! و لئلا يظلمها خيرها بين أنْ يطلقها و يفارقـها لتـتزوج من تشـاء!! و بين أنْ تنتظر عودته بعد سنـين, و الله أعلم كم ستكون. فاختـارت البقاء زوجة له, فترك لديها ما تيسر من المال, ثم رحل و زوجتـه إلى المدينة. و بقي عند الإمام “مالك” سبع عشرة سـنة متواصلـة, لا يعـرف عنْ زوجته و ولده شـيئاً.

قال ابن القاسم: و أنخت بباب مالك سـبع عشرة سـنة, مـا بعت فيهـا و لا اشتريت شيئا, فبينا أنا عنده ذات يوم إذا أقبل حجاج مصر. فإذا شاب متلثـم قد دخل علينا و نحن في المسجد, فسلّم على “مالك” و قال: أفيكم ابن القاسم؟ فأشاروا إليّ, فأجذ يقبل ما بين عيني. ووجدت منه رائحـة طيبـة. فإذا هي رائحة الولد. و إذا هو ابني الذي تركت أمـه حاملاً به. قد شبّ و كبر و صار رجلا.

Lihat:
كيـف تتحمس لطلب العلم الشرعي, ص: 190

Abdullah bin Al-Qasim Al-‘Atki menikah dengan putri pamannya. Di saat istrinya hamil, ia ingin pergi ke Madinah untuk belajar kepada Imam Malik bin Anas. Dia berniat tinggal bersama Imam Malik dalam waktu yang lama agar bisa belajar darinya. Ia memberitahukan hal tersebut kepada istrinya.

Agar tidak mendzaliminya, ia menyuruh istrinya memilih antara dicerai agar bisa menikah dengan laki-laki lain yang dia inginkan, atau dia menunggu kepulangan nya dalam waktu yang hanya الله yang mengetahuinya. Istrinya memilih untuk tetap menjadi istrinya.

Ia meninggalkan harta sekadarnya untuk istrinya kemudian pergi menuju Madinah meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Beliau tinggal bersama Imam Malik selama tujuh belas tahun dan tidak lagi mengetahui berita tentang istri dan anaknya.

Ibnul Qasim berkata, “Saya tinggal bersama Imam Malik selama tujuh belas tahun. Saya tidak pernah menjual dan membeli sesuatu. Suatu hari, rombongan haji datang dari Mesir. Di antara mereka ada seorang pemuda yang bersorban dan masuk menemui kami di masjid. Dia mengucapkan salam kepada Imam Malik dan berkata, ‘Apakah di antara Anda ada Abdullah bin Qasim?’ Orang-orang menunjuk ke arah saya. Dia segera mencium antara dua mata saya dan saya mendapatkan aroma yang sangat harum, yaitu aroma seorang anak. Dialah putra saya yang dulu saya tinggalkan dalam kandungan ibunya. Ia telah dewasa dan sudah menjadi seorang pemuda.”

[dinukil dari kitab Kaifa Tatahammas li Tholabul ‘Ilmi Asy-Syar’i, karya Abul Qa’qaa’ Muhammad bin Shalih bin Ishaq, penerbit Fahrasah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Ats-na`a li An-Nasyr, tahun 1420 (cetakan III), hal. 190]

Entry filed under: Kisah.

CURAHAN HATI YANG TAK ‘KAN BERKHIANAT Inilah Penyiksaan yang Dialami Orang-Orang Shalih Terdahulu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Halaman

Kategori


%d blogger menyukai ini: