Penulis

Pemilik blog ini bernama Abu Muhammad Al-Ashri atau Abu Yusya` Al-Atsari. Beliau dilahirkan di rumah di salah satu sudut komplek pabrik pemintalan benang (PATAL) Secang Magelang pada 15 Maret 1987. Masa kecilnya dilalui di Ngluwar, lalu kembali ke Secang. Yang pasti, masih di wilayah Kabupaten Magelang. Selama dua tahun ketika kelas V dan VI SD, beliau menemani sang nenek di Kalinegoro, masih di Kabupaten Magelang. Di Kalinegoro itulah ia mengenal seorang bernama akh Soni, pengajar TPA di masjid Nurul Huda Kalinegoro. Beliau mendapat banyak faidah dari beliau dan mulai mencintai Islam melalui beliau. Akan tetapi, penulis sendiri tidak belajar TPA kepada beliau. Sampai beberapa tahun kemudian, penulis baru tahu bahwa ia bermanhaj salaf.

Ketika memasuki bangku SMA, penulis bertemu dengan seorang bernama akh Saski. Ia lalu mempertemukan penulis kembali dengan akh Soni. Tidak lama kemudian, penulis mendapat undangan dari akh Soni untuk menghadiri bedah buku Kitab Tauhid Bab Syafa’at yang disampaikan oleh Al-Ustadz Al-Fadhil Abu ‘Aunu Ash-Shafy Aunur Rafiq Ghufran Hamdani. Betapa terkesimanya penulis ketika mengikuti kajian Ustadz Aun. Mulai saat itulah benih-benih kecintaan terhadap manhaj salaf mulai tertanam di hati penulis.

Setelah lulus SMA, penulis hijrah di kota Yogyakarta dan tepat pada 14 Agustus 2005, penulis masuk di wisma Misfallah Thalabul Ilmi (MTI). Di wisma tersebut, penulis bertemu dengan para shahabat terbaik seperti Al-Akh Ibnu ‘Ali, Al-Akh Abu Rumaisha` Muhammad Abduh Tuasikal, Al-Akh Abu Husain Salman Al-Bankawi, Al-Akh Abu Hatim Sigit H, dan kawan-kawan lain yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

Penulis tidak akan melupakan kenangan indah di MTI, terutama kepada Al-Akh Abu Husain Leo (peternakan ’04) yang tiap pagi ba’da shubuh senantiasa mengajak penulis ke gubuk di tengah sawah Pogung untuk mengajarkan dasar-dasar bahasa Arab kepada penulis. Uhibbuka fillah ya akhi…

Lalu, di awal tahun 2006, penulis mendapat kemuliaan dari الله untuk menjadi Khadimul Masjidil ‘Ashri (Pelayan Masjid Al-‘Ashri) hingga saat ini, ketika penulis menulis risalah ini. Di masjid inilah penulis berkhidmat sebagai pelayan masjid yang meninggalkan kenangan-kenangan indah di hati penulis. Di sinilah penulis bertemu dengan ‘kenakalan’ adik-adik TPA yang menguji kesabaran penulis sekaligus yang menanamkan kecintaan di hati penulis.

3 Komentar Add your own

  • 1. Sadat ar Rayyan  |  Januari 18, 2009 pukul 6:47 am

    Assalamu’alaykum

    akh jati ya. Baarokalloohufiik

  • 2. aboemuhammadalashri  |  Januari 18, 2009 pukul 1:32 pm

    Wa’alaikumussalaam.
    Na’am.
    Lho kok bisa tahu. Antum pernah bertemu saya di mana ya..?
    Wa fiikum baarakahllah.

  • 3. herry  |  Februari 5, 2009 pukul 5:28 am

    Salam kenal mas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: